Banda Aceh - Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi seni kaligrafi Kufi untuk berkembang melampaui karya dekoratif menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Melalui Kufic.my.id, proses perancangan kaligrafi geometris kini dapat dilakukan secara lebih praktis, sekaligus membuka kesempatan bagi desainer, pelaku UMKM, arsitek, dan generasi muda untuk mengembangkan usaha berbasis kreativitas digital.
Potensi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Dialog Ekonomi Digital RRI Pro 1 Banda Aceh, Jumat (9/10/2026). Dalam dialog bertema Seni Kufi Geometris Berpeluang Jadi Bisnis Digital Kreatif, Founder dan Developer Kufic.my.id, Ir. Tgk. Saiful Hadi, S.T., M.T., berbagi pandangan mengenai peluang pengembangan seni Kufi melalui teknologi.
Menurut Saiful, karakter geometris kaligrafi Kufi membuatnya relatif mudah diterapkan dalam proses desain digital. Susunan garis, sudut, dan bidang yang khas memungkinkan pola kaligrafi dikembangkan menjadi berbagai bentuk visual maupun desain yang siap diproduksi.
“Kalau kita lihat, dari berbagai jenis kaligrafi, Kufi paling mudah didigitalisasi karena bentuknya sederhana, seperti kotak-kotak atau pixel art,” jelasnya.
Menyederhanakan Proses Desain Kaligrafi Kufi
Kufic.my.id dikembangkan untuk membantu pengguna merancang kaligrafi Kufi melalui kanvas digital. Sebelumnya, proses pembuatan desain dapat melibatkan beberapa aplikasi berbeda, mulai dari Microsoft Excel untuk menyusun pola hingga AutoCAD untuk mengolah gambar lebih lanjut.
Melalui Kufic.my.id, proses tersebut disederhanakan dalam satu platform yang dirancang khusus untuk kebutuhan desain Kufi.
“Dengan bantuan teknologi, pekerjaan yang sebelumnya melalui tiga tahapan bisa dipangkas menjadi satu langkah melalui platform Kufic,” ujar Saiful.
Pengguna dapat membuat pola kaligrafi dan mengekspor hasil desain dalam format PNG maupun DXF. Format PNG dapat digunakan untuk kebutuhan visual, publikasi, dan promosi digital. Sementara itu, format DXF mendukung penggunaan desain dalam alur kerja produksi berbantuan komputer, termasuk untuk mesin laser cutting yang kompatibel.
Kemampuan tersebut membuka peluang bagi desain kaligrafi untuk diterapkan pada berbagai media, mulai dari panel dekoratif, ornamen masjid, hiasan dinding, produk interior, hingga suvenir dan produk kerajinan.
Dari Karya Seni Menjadi Produk Digital Bernilai Ekonomi
Digitalisasi tidak hanya mempermudah proses desain, tetapi juga mengubah cara karya kreatif diproduksi dan dipasarkan. Desain Kufi yang telah dibuat dapat dikembangkan menjadi produk fisik maupun berkas digital yang ditawarkan kepada konsumen.
Menurut Saiful, terdapat beberapa peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui ekosistem desain Kufi, antara lain jasa desain sesuai pesanan, penjualan berkas desain siap pakai, serta produksi barang dekoratif menggunakan teknologi manufaktur digital.
Model bisnis tersebut memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan satu desain dalam berbagai kebutuhan produk, selama penggunaan dan lisensinya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Keunggulan bisnis digital, satu produk bisa kita ciptakan sekali dan dijual berkali-kali,” ungkapnya.
Bagi pelaku UMKM dan kreator pemula, pendekatan ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan produk kreatif tanpa selalu memulai proses desain dari awal. Pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan YouTube juga dapat membantu memperkenalkan produk kepada calon pelanggan dari berbagai wilayah.
Mengangkat Identitas Lokal melalui Desain Kufi Modern
Selain peluang bisnis, seni Kufi juga memiliki ruang pengembangan yang luas melalui eksplorasi motif dan identitas budaya lokal. Aceh, misalnya, memiliki kekayaan ornamen dan ragam hias yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan desain kontemporer.
Motif songket Aceh serta pola ukiran pada batu nisan kuno dapat dipelajari dan diinterpretasikan kembali menjadi karya desain modern. Pendekatan tersebut memungkinkan unsur tradisi hadir dalam produk kreatif yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
“Pola-pola seni yang sudah ada bisa kita transformasikan ke zaman modern, kemudian dimodifikasi menjadi bentuk baru,” kata Saiful.
Dengan memadukan karakter geometris Kufi, inspirasi budaya lokal, dan teknologi digital, kreator memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki identitas dan nilai tambah.
Mendorong Ekosistem Kreatif Digital
Pengembangan Kufic.my.id menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi dalam proses kreatif. Digitalisasi memungkinkan seni kaligrafi Kufi diolah secara lebih praktis, dikembangkan menjadi beragam produk, serta dipasarkan melalui saluran digital.
Ke depan, peluang pengembangan seni Kufi tidak hanya terletak pada pembuatan desain, tetapi juga pada keterhubungannya dengan industri arsitektur, dekorasi interior, kerajinan, dan manufaktur digital.
Melalui Kufic.my.id, seni kaligrafi Kufi diharapkan semakin mudah diakses dan dieksplorasi oleh berbagai kalangan. Perpaduan antara seni, teknologi, dan kreativitas membuka ruang bagi lahirnya produk-produk baru yang mampu mempertemukan warisan seni Islam dengan peluang ekonomi digital.
Jelajahi Kufic.my.id dan mulai kembangkan ide desain Kufi Anda menjadi karya kreatif digital.