Journal & Insight

Doa Safar dalam Khat Kufi: Pesan Spiritual di Tugu Blang Bintang

Menghitung...
Doa Safar dalam Khat Kufi: Pesan Spiritual di Tugu Blang Bintang

Khat Kufi dalam ruang publik tidak hanya menjadi elemen dekoratif. Di sebuah tugu yang berada di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, seni kaligrafi ini menjadi media untuk menghadirkan doa bagi para musafir yang melintasi jalur menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Jika melintas di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, perhatian kita mungkin lebih banyak tertuju pada jalan, kendaraan, atau aktivitas di sekitar kawasan tersebut. Namun, di tengah bundaran terdapat sebuah monumen yang cukup menarik perhatian: sebuah tugu dengan panel kaligrafi Kufi berwarna keemasan yang memuat Doa Safar.

Monumen tersebut bukan sekadar penanda kawasan. Bentuknya mempertemukan arsitektur, kaligrafi Islam, identitas lokal, dan pesan spiritual dalam sebuah ruang publik.

Dari Doa Menjadi Identitas Visual

Panel utama tugu menggunakan karakter Khat Kufi yang memiliki ciri khas geometris, tegas, dan tersusun dari garis-garis yang relatif kaku.

Karakter tersebut membuat tulisan dapat tampil sebagai bagian dari arsitektur, bukan hanya sebagai tulisan yang ditempelkan pada bangunan.

Dalam konteks tugu Blang Bintang, Kufi memberikan kesan monumental. Huruf-huruf Arab tidak hanya dibaca sebagai teks, tetapi juga dipandang sebagai komposisi visual.

Dari kejauhan, panel tersebut tampak seperti sebuah pola geometris. Ketika diperhatikan lebih dekat, pola itu ternyata merupakan rangkaian huruf Arab yang membentuk sebuah doa.

Di sinilah kaligrafi berubah menjadi bagian dari pengalaman ruang.

Doa Safar yang Mengiringi Perjalanan

Teks yang ditampilkan pada monumen tersebut merupakan bagian dari Doa Safar, doa yang dikenal dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ.

Salah satu bagian doanya berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ ۝ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

Artinya:

“Mahasuci Dia yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Doa tersebut kemudian dilanjutkan dengan permohonan agar perjalanan dipenuhi kebaikan, ketakwaan, dan amal yang diridai Allah, serta permohonan perlindungan selama perjalanan.

Salah satu bagian yang sangat dikenal adalah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ

“Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga bagi keluarga yang ditinggalkan.”

Pesan tersebut terasa sangat relevan ketika ditempatkan pada sebuah jalur perjalanan.

Seseorang yang melewati tugu mungkin hanya melihatnya selama beberapa detik. Namun dalam waktu singkat itu, sebuah pesan muncul:

Perjalanan bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang doa dan ketergantungan kepada Allah.

Mengapa Menggunakan Khat Kufi?

Khat Kufi merupakan salah satu bentuk kaligrafi Arab yang memiliki karakter geometris kuat. Dalam perkembangan sejarahnya, Kufi memiliki berbagai gaya dan mengalami perkembangan bentuk sesuai zaman dan wilayah.

Untuk kebutuhan arsitektur dan desain modern, karakter geometris Kufi memiliki sejumlah kualitas visual yang menarik.

Kufi memiliki bentuk yang geometris dan tegas. Garis horizontal dan vertikal membuatnya memiliki struktur visual yang kuat. Karakter ini cocok diterapkan pada panel, fasad, signage, monumen, maupun elemen interior.

Kufi juga memiliki kesan monumental. Ketika dibuat dalam ukuran besar, bentuk geometrisnya dapat menghasilkan kesan kokoh dan kuat. Hal ini terlihat pada tugu Blang Bintang, ketika rangkaian huruf menjadi bagian dominan dari komposisi vertikal monumen.

Selain itu, Kufi mampu memadukan teks dan ornamen. Pada Kufi geometris, batas antara tulisan dan ornamen dapat menjadi sangat tipis. Sebuah komposisi yang awalnya merupakan teks dapat sekaligus menjadi pola dekoratif.

Karakter tersebut juga membuat Kufi memiliki hubungan yang menarik dengan bahasa visual arsitektur. Arsitektur banyak menggunakan prinsip seperti grid, modul, proporsi, repetisi, dan geometri. Prinsip-prinsip tersebut memiliki hubungan visual yang kuat dengan Kufi geometris.

Karena itu, Khat Kufi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari arsitektur dan desain ruang publik kontemporer.

Ketika Kaligrafi Hadir di Ruang Publik

Menariknya, kaligrafi pada tugu ini tidak ditempatkan di dalam masjid atau ruang ibadah.

Ia hadir di ruang publik, di tengah perjalanan masyarakat.

Hal ini membuka perspektif menarik mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat hadir melalui desain lingkungan tanpa harus selalu berbentuk bangunan ibadah.

Sebuah tulisan dapat menjadi identitas, informasi, estetika, sekaligus pengingat.

Dalam kasus tugu Blang Bintang, Doa Safar memiliki hubungan langsung dengan konteks tempatnya.

Orang-orang yang melihatnya adalah orang-orang yang sedang atau akan melakukan perjalanan, terutama mereka yang melintasi kawasan menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Dengan demikian, isi teks memiliki hubungan dengan fungsi ruangnya.

Blang Bintang dan Perjalanan Menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda

Tugu ini berada di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, pada jalur menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Keberadaannya membuat kaligrafi tidak berdiri sendiri sebagai karya seni, tetapi menjadi bagian dari lanskap jalan dan identitas visual kawasan.

Di antara kendaraan yang melintas, pepohonan, lampu jalan, bundaran, dan aktivitas masyarakat, berdiri sebuah struktur vertikal dengan tulisan Arab yang cukup mencolok.

Bagi masyarakat yang bepergian melalui kawasan ini, keberadaan tugu tersebut dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan. Sebuah karya arsitektur di ruang publik sekaligus membawa pesan yang berkaitan langsung dengan aktivitas manusia di sekitarnya: perjalanan.

Ini menjadi contoh menarik bagaimana seni Islam dapat berinteraksi dengan lanskap kota dan infrastruktur jalan.

Kufi: Dari Manuskrip ke Ruang Digital dan Ruang Publik

Perjalanan Khat Kufi hari ini tidak berhenti pada manuskrip atau dekorasi tradisional.

Karakter geometrisnya justru sangat relevan dengan dunia desain kontemporer.

Kufi dapat diterjemahkan ke dalam identitas visual, tipografi, mural, interior, fasad bangunan, signage, monumen, produk dekorasi, hingga karya digital.

Di era digital, eksplorasi Kufi bahkan semakin terbuka.

Grid yang menjadi karakter penting Kufi dapat diterjemahkan menggunakan perangkat desain digital sehingga menghasilkan berbagai kemungkinan komposisi baru, tanpa kehilangan hubungan dengan akar tradisi kaligrafi Arab.

Sebuah Doa yang Menjadi Bagian dari Lanskap

Mungkin selama ini kita melihat tugu sebagai sesuatu yang biasa saja: sebuah struktur di tengah jalan yang berfungsi sebagai penanda kawasan.

Namun ketika diperhatikan lebih dekat, tugu Blang Bintang menyimpan cerita yang lebih menarik.

Ada doa di dalamnya.

Ada kaligrafi di dalamnya.

Ada arsitektur di dalamnya.

Dan ada sebuah pesan sederhana bagi siapa pun yang sedang melakukan perjalanan: Semoga perjalanan selalu berada dalam perlindungan Allah.

Inilah salah satu hal menarik dari seni Kufi.

Ia tidak selalu harus berada di dalam galeri.

Tidak selalu harus menjadi karya yang hanya dilihat dari dekat.

Bagikan Artikel Ini:

Siap Digunakan

Resources digital KUFIC dirancang untuk mendukung proses belajar, eksplorasi, desain, dan pengembangan karya.

Buka KUFIC Studio

Butuh bantuan? Hubungi admin melalui kanal resmi KUFIC.

Explore Store Studio Journal